3.05.2009

Computer modeling evacuation

Tangga dan jalan keluar dari suatu desain harus dibuat secara aman dan tahan dari bencana api, karena bagian ini merupakan bagian yang penting dan diperlukan dalam pengevakuasian sebuah bangunan. Namun, permasalahnnya adalah suatu bangunan dapat diketahui kemampuan ketahanannya setelah bangunan tersebut selesai di bangun. Padahal ini adalah suatu hal yang merupakan keterlambatan dalam penciptaan suatu desain. Seharusnya, bangunan harus mampu memenuhikepuasan kebutuhan sebelum banguinan itu selesai dibangun. Untuk mencapai tujuan itu, program dasar computer 3D untuk mengevakuasi dapat digunakan untuk melihat bagaimanan para pengguna bangunan mampu bergerak dengan baik dan selamat dalam suatu proyek evakuasi.

Dengan menggunakan model evakuasi, dapat digunakan secara efektif untuk menciptakan tampilan dan perkiraan ukuran saat masalah terjadi akan terjadi. Juga dapat digunakan untuk menerjemahkan performansi bangunan itu selama proses evakuasi berlangsung. Informasi ini ditampilkan dalam bentuk grafik yang umum diketahui sehingga dapat digunakan sebagai media untuk menjelaskan konsep atau isu kompleks dari desain kepada klien, pemerintah, dll.

Ada beberapa macam model evakuasi yang ada, sepertixodus, Simulex, dan STEPS. Jenis tampilan 3D dapat membangun model bangunan dan bentuk evakuasi yang dapat dilihat dari berbagai sudut. Program evakuasi menciptakan bentuk-bentuk dasar atau model pengguna. Sehingga model pengguna dapat digunakan untuk memperhitungkan pergerakan dari pengguna pada aslinya serta bentuk interaksi dengan ruang di sekelilingnya.

Application

Kebanyakan bangunan di UK memakai sistem evakuasi yang ditentukan oleh pemerintah. Biasanya apabila terjadi keadaan darurat seperti kebakaran, hanya sedikit jumlah orang yang bisa langsung keluar dari dalam gedung. Sisanya kebanyakan tidak bisa keluar dan terjebak di dalam bangunan dan hanya menunggu sampai petugas penyelamat mendatangi dan menyelamatkan mereka. Karena itu mereka berpikir untuk mengubah sistem keamanan misalnya menambah lebar anak tangga agar bisa banyak yang selamat.

DI bawah UK Building Regulations, bangunan di desain untuk melawan api , di samping itu untuk menghentikan penyebaran api dan melindungi jalan keluar dari panas dan gas beracun.

Semua bangunan tinggi ingin seperti itu. Untuk merealisasikan sistem keamanan yang sangta cangguh seperti itu, dibutuhkan perhitungan secara matematis yang akurat misalnya untuk menghitung lebar tangga, jumlah lantai, dan jumlah pegawai yang keluar masuk melalui tangga di setiap lantainya.

Melalui program STEPS, kebutuhan tersebut dapat tercapai karena program ini memberikan data yang sangat akurat dengan mengambil deskripsi data2 bangunan dan mencari data ttg hubungan sosial antar pegawai, sehingga dapat tercapai perkiraan yang tepat.

THE LEADENHALL BUILDING

The leadenhall Building adalah gedung kantor yang berlantai banyak yang berada di London Financial Building District sehingga membuat bangunan ini menjadi high profile building.

Muncullah pertanyaan bila terjadi suatu bencana (kebakaran, gempa, dll) apakah semua pekerja akan dapat mengevakuasi kan diri dengan selamat?apakah desain gedung ini perlu dirubah untuk keselamatan dalam evakuasi?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, maka dilakukanlah simulasi evakuasi dengan STEPS skenario.

Skenario tersebut adalah:

1. Memasukkan data tiap lantaai dari program CAD(1200mm tangga ditambahkan di kedua sisi bangunan yang berlainan)

2. Memperkirakan dan mengakumulasikan jumlah pekerja dan memasukkan data karakter tiap pekerja.

3. Menentukan waktu untuk melarikan diri dari gedung (diperlukan tambahan perkiraan waktu karena kemungkinan ada orang tambahan daripada seperti yang diperkirakan)

4. Menjalankan model

Ada kemungkinan pekerja menggunakan lift untuk mengevakuasikan diri, walaupun sebenarnya lift tidak biasa dipakai karena kemungkinan listrik akan mati. Di beberapa bangunan ada juga lift yang khusus didesain untuk mengurangi efek api.

Pada The Leadenhall Building, terdapat 1200mm tangga darurat, dan 3 lift(yang didesain untuk digunakan juga di dalam mengevakuasi pekerja di dalam program STEPS). Lift hanya melayani lantai-lantai paling tinggi bila terjadi bencana. Bila lift sudah penuh, lift tersebut tidak akan berhenti di lantai selanjutnya dan hanya akan berhenti di Ground Floor.

Perkiraan proporsi para pekerja adalah sebagai berikut:

1. 25% menggunakan lift, 75% menggunakan tangga darurat.

2. 50% menggunakan lift, 50% menggunakan tangga darurat.

3. 75% menggunakan lift, 25% menggunakan tangga darurat.

Setelah disimulasikan dengan menggunakan STEPS scenario, didapat hasil sebagai berikut:

1. 25% menggunakan lift, 75% menggunakan tangga darurat.

waktu evakuasi : 25menit

2. 50% menggunakan lift, 50% menggunakan tangga darurat.

waktu evakuasi : 25menit

3. 75% menggunakan lift, 25% menggunakan tangga darurat.

waktu evakuasi : 20menit

model steps memungkinkan untuk mendem,onstrasikan bahwa evakuasipada bangunan secara total dapat dicapai dlaam waktu yang masuk akal, tanpa antrian yang terlelu panjang, bottlenecking, atau masalah-masalah lainnya.
waktu evakuasi dapat berubah secara signifikan apabila lift pada bangunan dapat berfungsi.
dengan perkiraan melalui 3D evakuasimodel, hasilnya dapat dipresentasikan ke klien ataupun tim design secara jelas.
area kunci dari evakuasi bida difokuskan dan dipresentasikan dalam bentuk 3D
video dapat menampilkan simulasidalam kecepatan sebenarnya ataupun dipercepat.
format ini berguna bagi klien untuk 'subsequently present untuk pengguna bangunan lainnya.

14 komentar:

blognya puji mengatakan...

suatu desain memang bisa diketahui kekuatannya kalo desain itu udah diwujudkan dalam suatu bangunan yang nyata, bukan sekedar gambar ato foto. trus kalo tentang program yang dijelasin di atas, bisa akurat ga ya dengan hasilnya nanti (kalo desain udah bener2 dibangun jadi suatu bangunan yang difungsikan)

blognya puji mengatakan...

memang benar kalo suatu desain itu bisa diketahui kekuatannya kalo desain itu udah bener2 diwujudkan menjadi sutatu bangunan dan difungsikan. trus, tentang program yang dijelasin di atas, keakuratan hasilnya bisa dibuktiin ga' ya?

Gunawan mengatakan...

Evakuasi, mang susah kl kita perkirakan saja.
hrs dibantu pake software.
tp gimana penerapannya di dunia nyata?
misal skenario 3 yng paling cepat, trus akan kah pekerja2 td di absen agar yang masuk ke lift 75% da tangga darurat 25%?? atau gmn?
lalu apakah yang evekuasi menggunakan tangga umum tidak diperhitungkan?

De Kaha mengatakan...

wah,saya rasa program ini cocok untuk diterapkan di Indonesia yang sering terjadi kebakaran. namun, apa program / sistem ini hanya dapat diterapkan di bangunan bertingkat? mungkinkah diterapkan untuk pemukiman padat penduduk?

blognya puji mengatakan...

memang ya, suatu desain itu ga bisa diuji kekuatannya kalo desain itu belum diwujudkan menjadi sebuah bangunan yang berfungsi,,
trus, tentang program yang dejilasin diatas, bisa ga ya hasilnya nanti bisa seakurat mungkin apabila itu benar2 udah diterapin dalam sebuah desain yang dibangun...

nina vidya mengatakan...

jalur evakuasi itu barang penting dalam sebuah bangunan... dengan adanya dunia dijital ini memungkinkan kita untuk mengembangkan desain bangunan yang mampu melawan api

Vina mengatakan...

Penggunaan teknologi dalam dunia arsitektur dapat meningkatkan angka keamanan bangunan. Simulasi sistem evakuasi akan menunjukkan berapa waktu yang diperlukan untuk mengeluarkan semua orang dalam bangunan. Sirkulasi dapat didesain dengan lebih baik.

reny rachmawati mengatakan...

teknologi emang seperti paket komplit yg menawarkan kemudahan dalam beraksitektur....ehm sampai tahap analisa yang sebegitu kompleksnya pun,teknologi bisa unjuk gigi. sip.

blognya puji mengatakan...

komenku koq jadinya masuk banyak bgt ya...

Anonim mengatakan...

humm,,,sip sip,,,emang arsitek tu sebenernya pekerjaan yang amat sangat menuntut tanggungjawab,,,
jngn sekedar mal praktek,,,
hwahaha,,,emang dokter aj y yg susah kuliah ma kerjanya??arsitek lebih berat tuh,,,tdk hanya menanggung satuan nyawa,,namun bisa ratusan nyawa sesuai kapaitas bangunan itu....

edO mengatakan...

keamanan pengguna bangunan memang jadi prioritas utama, dengan adanya teknologi digital, semuanya dapat disimulasikan..sip!

adinda sheila mengatakan...

Bangunan yang aman harus diutamakan!!!
tanggung jawab arsitek terhadap apa yang telah dibuat....ternyata berat juga ya tanggung jawab arsitek,,melebihi seorang presiden :p

Ichank Zulkarnaen mengatakan...

iya, salah satu aspek penting dalam bangunan adalah masalah safety. gk guna secakep apaun bangunan itu kalo gk aman untuk penghuninya..

dhani_arch mengatakan...

penggunaan teknologi menyikapi masalah safety belum banyak diekspos dan diaplikasikan di Indonesia.Sudah saatnya arsitek muda maju memberikan kontribusi untuk perkembangan arsitektur Indonesia

Posting Komentar